Berapa kali kita menunda-nunda untuk bertaubat? "Nanti saja," "Masih muda," atau "Masih ada waktu." Tapi pernahkah kita berpikir, apa jaminan kita bisa mencapai hari esok?

Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.
Berapa kali kita menunda-nunda untuk bertaubat? "Nanti saja," "Masih muda," atau "Masih ada waktu." Tapi pernahkah kita berpikir, apa jaminan kita bisa mencapai hari esok?
Kematian Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama malaikat belum mencabut nyawanya.”
Terjadinya Hari Kiamat Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan senantiasa membuka lebar-lebar tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa pada siang hari.Dan Allah senantiasa akan membuka tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa pada malam hari, dan yang demikian terus berlaku hingga matahari terbit dari barat (Kiamat).”
Dua batas waktu ini, kematian dan kiamat, bukan buat nakut-nakutin kita. Justru sebaliknya, ini pengingat betapa luasnya rahmat Allah. Selama keduanya belum terjadi, pintu taubat masih terbuka lebar. Dan yang perlu kita sadari, bukan Allah yang menutup pintu itu. Kita sendiri yang sering ragu-ragu untuk mengetuknya. Tapi yang perlu diingat, kita nggak pernah tau kapan salah satu dari keduanya akan datang. Kematian nggak kasih pengumuman, dan kiamat nggak ada jadwalnya. Jadi kalau bukan sekarang, kapan lagi?
Dalam QS. An-Nur: 31, Allah berfirman: "Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
Dalam QS. Al-Isra': 25, Allah berfirman: "Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam dirimu. Jika kamu adalah orang-orang yang saleh, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat."