Bercanda Tanpa Dusta

Batasan dalam Bercanda

Words of the Prophetﷺ

Dari Abu Hurairah: "Wahai Rasulullah, engkau bercanda dengan kami.” Rasulullah ﷺ bersabda: “(Benar), namun aku tidak mengatakan kecuali kebenaran, meskipun ketika bercanda.”

Volume3Ch.56No.1990
At-Tirmidzi. (2008). Sunan Al-Tirmithi. Translated by Haytham Kreidly.

Pernahkah kamu merasa tidak nyaman dengan candaan seseorang, tapi mereka bilang "Ah, cuma bercanda kok"? Atau mungkin kamu sendiri pernah bercanda terlalu jauh sampai orang lain tersinggung? Bercanda memang menyenangkan dan bisa mempererat hubungan, tapi ada batasannya.

Tidak BerdustaRasulullah (ﷺ) bersabda: “Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.”

Tidak Mengambil Barang Orang Lain Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.”

Tidak Menakuti-nakutiRasulullah (ﷺ) bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lainnya.”

Jangan Mengolok-olok dan Mencela Dalam QS. Al-Hujurat: 11, Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim."

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsSosial

Read the English version: Boundaries in Joking

← Browse all articles