Jangan Tahan Hartamu, Allah Akan Menahan Rezekimu

Bersedekah dengan Bijak

Words of the Prophetﷺ

Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.

Book24Ch.10No.1433
Al-Bukhari, M. (2020) Sahih Al-Bukhari. Compiled by M. Mohee Uddin.

Kamu merasa wajib membantu semua orang yang meminta karena takut dosa. Ada yang minta pinjaman, langsung transfer meski tabunganmu tipis. Tetapi, di akhir bulan, kamu malah kesulitan bayar tagihan atau bahkan terkadang harus berhutang. Bersedekah itu mulia, tapi bukan berarti kita harus mengosongkan dompet sampai menyusahkan diri sendiri atau bahkan orang lain.

Memberi Sedekah itu Baik, tetapi Jangan Sampai Mengorbankan Kebutuhan Dari Ka`b bin Malik: "Ya Rasulullah (ﷺ)! Demi diterimanya taubatku, aku ingin bersedekah seluruh hartaku demi Allah melalui Rasul-Nya." Beliau berkata, "Lebih baik bagimu untuk menyimpan sebagian hartamu." Aku berkata, "Kalau begitu, aku akan menyimpan bagianku di Khaibar."

Sahabat tersebut ingin bersedekah seluruh hartanya sebagai bagian dari taubatnya, niat yang sangat mulia. Tapi, Rasulullah ﷺ justru memintanya untuk menyimpan sebagian hartanya. Mengapa? Karena kita punya tanggung jawab kepada diri sendiri dan keluarga. Kalau kita bersedekah sampai habis, lalu keluarga dan diri kita sendiri menjadi kekurangan, siapa yang akan menanggung? Islam mengajarkan keseimbangan dalam ibadah, diri sendiri dan keluarga juga punya hak atas harta yang kita miliki.

Banyak orang nggak berani bilang "nggak" karena takut dibilang pelit atau jahat. Tiap ada yang minta pinjaman, minta sumbangan, atau minta bantuan duit, langsung kasih, padahal dompet sendiri juga tipis. Hasilnya? Malah kita yang jadi susah. Atau Ada yang sedekah besar-besaran atau membantu orang sampai berhutang. "Gue pinjam dulu buat bantu dia, nanti gue bayar." Ini bermasalah karena kamu menciptakan beban baru (hutang) untuk dirimu sendiri demi menyelesaikan kesulitan orang lain. Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Sedekah terbaik adalah yang dilakukan oleh orang yang berkecukupan.”

Kalau kamu sedekah sampai jatuh miskin dan akhirnya kamu yang butuh bantuan orang, ini cuma bikin lingkaran ketergantungan yang nggak produktif. Yang tadinya kamu bisa jadi sumber kebaikan buat banyak orang malah berhenti karena kamu sendiri lagi susah. Lebih baik menjadi pemberi yang berkelanjutan, konsisten bersedekah dalam jumlah yang masuk akal, daripada sekali bersedekah besar-besaran lalu bangkrut.

Sedekah Bukan Hanya Soal Uang Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Setiap Muslim wajib bersedekah.” Orang-orang bertanya, "Wahai Nabi Allah! Jika seseorang tidak punya apa-apa untuk disumbangkan, apa yang akan ia lakukan?" Beliau menjawab, "Ia hendaknya bekerja dengan tangannya dan memberi manfaat bagi dirinya sendiri, serta bersedekah (dari apa yang ia hasilkan)."Orang-orang bertanya lagi, "Jika ia bahkan tidak mampu mendapatkannya?" Beliau menjawab, "Ia hendaknya membantu orang-orang yang membutuhkan yang memohon bantuan."Kemudian orang-orang bertanya, "Jika ia tidak mampu melakukannya?" Beliau menjawab, "Maka ia hendaknya beramal saleh dan menjauhi kemungkaran, dan ini akan dianggap sebagai sedekah."

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsKeimanan

Read the English version: Be Wise in Giving Charity

← Browse all articles