Doa adalah Ibadah Paling Mulia

Jangan Berdoa dengan Ragu-Ragu!

Words of the Prophetﷺ

Tidak ada sesuatu pun yang lebih dicintai Allah (SWT) selain doa.

Volume4Ch.1No.3370
At-Tirmidzi. (2008). Sunan Al-Tirmithi. Translated by Haytham Kreidly.

Pernahkah kamu berdoa dengan ragu-ragu? "Ya Allah, kalau Engkau berkenan, berikanlah aku ini… tapi kalau tidak ya sudah." Atau mungkin kamu berdoa sambil berpikir, "Ah, mana mungkin doaku dikabulkan, aku kan banyak dosa." Tanpa sadar, kita terkadang berdoa dengan penuh keraguan, seolah-olah tidak yakin bahwa Allah akan mengabulkan.

Doa Tidak Boleh Menggantung, Berharaplah dengan Sepenuh Hati Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Janganlah salah seorang kalian mengatakan, 'Ya Allah! Ampunilah aku jika Engkau menghendaki, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki, berilah aku rezeki jika Engkau menghendaki.'Namun, hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam meminta karena Allah melakukan semua yang dikehendaki-Nya dan tidak ada yang dapat memaksa-Nya.”

Kata-kata seperti "jika Engkau menghendaki" atau "kalau Engkau mau" menunjukkan keraguan dan membuat doa menjadi "menggantung" (tidak tegas). Saat berdoa, akan lebih baik jika kita meminta dengan tegas dan penuh keyakinan bahwa Allah mampu mengabulkan doa kita. Ketegasan dalam berdoa bukan berarti kita memaksa Allah, melainkan menunjukkan keyakinan kita sepenuhnya bahwa Allah memiliki kuasa untuk menjawab setiap doa kita.

Bayangkan seorang anak kecil yang minta sesuatu kepada orang tuanya: Anak A (ragu-ragu): "Ayah, boleh nggak aku minta uang jajan... tapi kalau ayah nggak mau ya sudah... aku nggak apa-apa kok..." Anak B (yakin): "Ayah, aku minta uang jajan dong!" Mana yang lebih menunjukkan kepercayaan pada orang tua? Tentu anak B. Karena anak B yakin ayahnya mampu dan mau memberi. Anak A terdengar ragu, seolah tidak yakin ayahnya sanggup. Begitu juga dengan Allah, ketika kita berdoa dengan ragu-ragu, seolah kita tidak yakin Allah mampu mengabulkan. Padahal, Allah Maha Kuasa dan Maha Penyayang, tidak ada yang mustahil bagi-Nya.

Ketika kita dalam kondisi sangat terdesak (misalnya sakit parah, terancam bangkrut, dll), doa kita jadi sangat tegas dan yakin. "Ya Allah, TOLONG AKU! SEMBUHKAN AKU!" Kenapa? Karena di saat terdesak, kita 100% bergantung pada Allah, tidak ada yang bisa kita andalkan selain Dia. Kenapa tidak berdoa seperti itu juga untuk urusan-urusan lain dalam hidup? Jangan menunggu sampai terdesak baru berdoa dengan penuh keyakinan. Berdoalah dengan tegas dan yakin setiap hari, baik untuk hal besar maupun kecil.

Dalam QS. Ghafir: 60, Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan)."

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsKeimanan

Read the English version: Stop Praying with Doubt!

← Browse all articles