Jangan Tafsirkan Al-Qur'an Semaumu

Jangan Memahami Ilmu Agama Sembarangan

Words of the Prophetﷺ

Barangsiapa menafsirkan Al-Qur’an menurut pendapat pribadinya, maka ia telah berkata sesuatu yang salah, meskipun ia benar.

Volume4Ch.1No.2952
At-Tirmidzi. (2008). Sunan Al-Tirmithi. Translated by Haytham Kreidly.

"Ayat ini jelas mendukung pendapatku!" kata seseorang dengan percaya diri sambil mengutip ayat yang sebenarnya tidak dia pahami konteksnya, "Hadits ini membuktikan aku benar," padahal dia hanya baca terjemahan sepotong-sepotong tanpa memahami penjelasan para ulama. Di tengah maraknya debat agama, semakin banyak orang yang menafsirkan Al-Qur'an dan hadits sesuai keinginan pribadi, hanya untuk membenarkan pendapatnya.

Ancaman Neraka bagi Pendusta Hadits dan Penafsir Al-Qur’an Tanpa Ilmu Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Berhati-hatilah dalam menyampaikan perkataanku kecuali jika kamu benar-benar mengetahuinya. Barangsiapa yang sengaja meriwayatkan kebohongan (ketika menyampaikan hadits) maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka. Dan barangsiapa yang menafsirkan Al-Qur’an menurut pendapat pribadinya, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”

Mengapa begitu serius? Karena ketika seseorang menafsirkan ayat sesuai keinginannya sendiri tanpa ilmu yang benar, dia tidak hanya berpotensi salah memahami firman Allah, tapi juga bisa menyesatkan orang lain yang mempercayai tafsirnya. Al-Qur'an memiliki konteks, ada asbabun nuzul (sebab turunnya ayat), ada penjelasan dari Rasulullah ﷺ, dan ada metodologi tafsir yang telah ditetapkan oleh para ulama. Mengabaikan semua ini dan langsung menafsirkan sesuai pemahaman pribadi adalah tindakan yang sangat berbahaya.

Sebagai contoh: Dalam Surah An-Nisa ayat 34, Allah berfirman "...dan (jika) perempuan-perempuan (istri) yang kamu khawatirkan akan nusyuz (ketidakpatuhan, pembangkangan, durhaka), maka nasehatilah mereka, pisahkan mereka dari tempat tidur, dan pukullah mereka..." Tafsir Pribadi yang Salah: "Kalau istri membangkang, pukul saja! Kan ada perintahnya dalam Al-Qur'an!"

Hadis Terkait (1): Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita, dan kalian tidak berhak memperlakukan mereka dengan buruk, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Jika mereka melakukan itu, maka tinggalkanlah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka, tetapi tanpa menyebabkan luka atau meninggalkan bekas.”

Hadis Terkait (2): Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berkelahi dengan saudaranya, hendaknya ia menghindari pukulan pada bagian wajahnya.”

Melalui hadits dan ayat al-quran di atas, pada dasarnya ada 3 tahapan yang harus berurutan, yaitu: (1) Menasehati dengan kata-kata baik. (2) Pisahkan tempat tidur (beri jarak untuk merenung). (3) Barulah "pukulan" (yang sangat terbatas)."Pukulan" yang dimaksud bukanlah pukulan keras yang melukai atau meninggalkan bekas, dan tidak boleh mengenai wajah.

Banyak orang yang pilih-pilih ayat atau hadits, ambil yang cocok sama kepentingan mereka, abaikan yang nggak cocok. Misalnya: Mengutip ayat tentang jihad tapi lupakan ayat tentang perdamaian, mengutip hadits tentang kepemimpinan suami tapi abaikan hadits tentang bagaimana Rasulullah ﷺ memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kelembutan. Jangan ambil satu ayat atau hadits saja tanpa memahami ayat/hadits lain yang terkait, kita juga harus memahami situasi kapan ayat/hadits itu turun/diucapkan. Karena Al-Quran dan hadits adalah sistem yang utuh dan menyeluruh, bukan prasmanan yang bisa kamu pilih sesukamu.

Kadang kita terlalu fokus untuk menjadi benar sampai kita menggunakan agama untuk membenarkan ego kita, bukan mencari kebenaran. "Gue harus menang dalam debat ini, jadi gue cari ayat yang mendukung argumen gue." Padahal, seharusnya kita mencari tahu, “Apa yang Allah dan Rasul-Nya katakan tentang ini?” Meskipun bertentangan dengan pendapat kita, kita tetap harus mengikutinya, karena kebenaran lebih penting daripada ego.

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsKeimanan

Read the English version: Don't Misinterpret Islamic Teachings

← Browse all articles