Tidak Boleh Meninggikan Diri Kepada Orang Lain

Jangan Sombong, Bersikaplah Rendah Hati

Words of the Prophetﷺ

Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kamu bersikap rendah hati terhadap sesamamu, janganlah seorang pun menindas seorang lainnya dan janganlah seorang pun membanggakan dirinya.

Book40Ch.16No.6856
Muslim. (2018) Sahih Muslim. Translated by A. Hameed Siddiqui.

Pernahkah kamu merasa lebih baik dari orang lain? Mungkin karena kamu lebih pintar, lebih kaya, lebih shalih, atau lebih paham agama. Atau mungkin kamu pernah meremehkan seseorang karena penampilannya, pekerjaannya, atau latar belakangnya. Tanpa sadar, sikap seperti ini adalah bentuk kesombongan yang tidak diridhai Allah.

Sombong Adalah Penghalang Masuk Surga Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi." Ada seseorang yang bertanya, "Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain."

Kesalahpahaman: "Orang yang memakai pakaian branded pasti sombong." "Kalau mau rendah hati, harus pakai baju lusuh." "Punya mobil bagus = sombong"

"Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan." Allah suka keindahan - Tidak ada yang salah dengan berpakaian bagus, punya barang bagus, atau penampilan yang rapi. Penampilan bagus ≠ sombong - Selama niatnya benar dan tidak merasa lebih baik dari orang lain.

Kamu beli baju branded karena suka dan mampu → Tidak apa-apa. Kamu beli baju branded demi pengakuan hingga merendahkan orang lain → Bentuk Kesombongan.

Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Sungguh merupakan keburukan besar bagi seorang muslim jika ia memandang rendah saudaranya yang muslim.”

Selain itu, sombong juga berkaitan dengan menolak kebenaran. Contohnya: Keras kepala meski tahu salah, merasa paling benar, atau bahkan menolak nasihat karena gengsi. Padahal jauh di dalam hati, kita sering tahu mana yang benar dan mana yang salah. Tapi ego yang berbicara lebih keras membuat kita memilih untuk bertahan pada kesalahan daripada mengakuinya. Padahal mengakui kesalahan bukan tanda kelemahan, justru itu adalah tanda kedewasaan dan keberanian yang sesungguhnya, karena hanya orang yang mau mengakui kesalahannya yang bisa benar-benar tumbuh menjadi lebih baik.

Hati-hati! Kebaikan Bisa Jadi Pintu Kesombongan Jangan sampai hal-hal baik yang kita lakukan justru mengarahkan kita pada kesombongan. Misalnya, memahami agama tetapi merasa pendapat sendiri paling benar; berhijab namun meremehkan mereka yang belum berhijab; atau merasa lebih suci dari orang lain dengan berkata, “Saya tidak seperti mereka.” Sikap seperti ini membuat seseorang memandang rendah orang yang masih belajar atau yang pernah berbuat salah.

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsSosial

Read the English version: Stay Humble, Don’t Be Arrogant

← Browse all articles