Ketika mendengar kata "jihad," banyak orang langsung terbayang perang dan kekerasan. Padahal, makna jihad dalam Islam jauh lebih luas dari itu. Setiap Muslim menjalani jihad mereka sendiri, sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Perjalanan yang dilakukan seseorang di pagi hari (untuk Jihad) di jalan Allah (akan mendapat pahala) yang lebih baik daripada dunia dan segala isinya.
Ketika mendengar kata "jihad," banyak orang langsung terbayang perang dan kekerasan. Padahal, makna jihad dalam Islam jauh lebih luas dari itu. Setiap Muslim menjalani jihad mereka sendiri, sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.
Berbakti Kepada Orang Tua Seseorang mendatangi rasul dan meminta izinnya untuk ikut berjihad. Rasulullah (ﷺ) lalu berkata: “Apa kedua orang tuamu masih hidup?” Orang itu menjawab, “Iya.” Kemudian, Rasulullah (ﷺ) membalas: “Maka kepada keduanyalah kamu berjihad (berbakti).”
Menunaikan Ibadah HajiDari Aisyah ra:Bahwasanya ia berkata, “Wahai Rasulullah (ﷺ), telah diperlihatkan kepada kami bahwa jihad adalah amal yang paling utama. Apakah kami (kaum perempuan) tidak berjihad?Rasulullah (ﷺ) menjawab, ‘Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur.’
Menyampaikan Kebenaran Kepada Pemimpin yang ZalimRasulullah (ﷺ) bersabda: “Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim.”
Belajar dan MengajarRasulullah (ﷺ) bersabda: “Siapa yang mendatangi masjidku (masjid Nabawi), lantas ia mendatanginya hanya untuk niatan baik yaitu untuk belajar atau mengajarkan ilmu di sana, maka kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Jika tujuannya tidak seperti itu, maka ia hanyalah seperti orang yang mentilik-tilik barang lainnya.”
Melawan Hawa Nafsu Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Mujahid (sejati) adalah orang yang memerangi hawa nafsunya.”