Dinilai dari Hati, Diukur dari Amal

Ketika Ibadah Berlebihan Justru Salah

Words of the Prophetﷺ

Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.

Book32Ch.8No.6221
Muslim. (2018) Sahih Muslim. Translated by A. Hameed Siddiqui.

Bagaimana jika seseorang begitu rajin beribadah sampai lupa makan dengan baik, tidur cukup, dan memperhatikan keluarga? Inilah yang dialami Abu Darda, seorang sahabat yang sangat tekun beribadah. Namun, ketika Salman berkunjung dan melihat kondisi tersebut, ia justru menegur dan mengajarkan sesuatu yang mengejutkan, bahwa tubuh dan keluarga juga punya hak yang tidak boleh diabaikan.

Ibadah Bukan Soal Mengorbankan Hak yang Lain Diriwayatkan dari Abu Juhaifa: Rasulullah (ﷺ) mempersaudarakan Salman dan Abu Darda'. Suatu hari Salman berkunjung ke rumah Abu Darda dan melihat Ummu Darda memakai pakaian yang lusuh. Salman bertanya, "Kenapa engkau dalam keadaan seperti ini?" Ia menjawab, "Saudaramu, Abu Darda, tidak lagi memberi perhatian pada perkara dunia." Tak lama kemudian Abu Darda datang dan menyiapkan makanan untuk Salman. Abu Darda berkata, "Silakan makan, karena aku sedang berpuasa." Salman berkata, "Aku tidak akan makan kecuali engkau makan juga." Maka Abu Darda pun makan. Ketika malam tiba, Abu Darda bangun untuk salat malam (qiyamullail). Salman berkata kepadanya, "Tidurlah," maka Abu Darda pun tidur. Beberapa saat kemudian ia bangun lagi untuk salat, tetapi Salman kembali berkata, "Tidurlah." Hingga ketika masuk sepertiga malam terakhir, Salman berkata, "Sekarang bangunlah." Maka keduanya bangun dan melaksanakan salat. Setelah itu Salman berkata kepada Abu Darda: "Sesungguhnya Tuhanmu memiliki hak atasmu, dirimu memiliki hak atasmu, dan keluargamu juga memiliki hak atasmu. Maka berikanlah setiap hak kepada pemiliknya." Setelah kejadian itu, Abu Darda pergi kepada Rasulullah (ﷺ) dan menceritakannya. Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Salman telah berkata benar."

Pernahkah Anda merasa bersalah karena memilih istirahat daripada shalat malam? Atau merasa tidak cukup "soleh" karena masih memikirkan urusan dunia, pekerjaan, dan keluarga? Di zaman sekarang, banyak orang yang terjebak dalam dua hal ekstrem, yaitu terlalu fokus pada dunia sampai lupa ibadah, atau terlalu fokus pada ibadah sampai mengabaikan tanggung jawab lainnya. Islam mengajarkan jalan tengah yang baik, bahwa tubuhmu punya hak untuk diistirahatkan, keluargamu punya hak untuk diperhatikan, dan pekerjaanmu pun punya hak untuk diselesaikan dengan baik. Semua ini bukan penghalang ibadah, tapi justru bagian dari ibadah itu sendiri.

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsSosialKeimanan

Read the English version: When Too Much Worship Becomes a Problem

← Browse all articles