Ukuran Kebaikan Seorang Suami adalah yang Baik kepada Istrinya

Memperlakukan Wanita dengan Baik

Words of the Prophetﷺ

Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap istri-istriku.

Book9Ch.50No.1977
Ibnu Majah. (2008). Sunan Ibnu Majah. Translated by Mohammad Mahdi al-Sharif.

Pernahkah kamu merasa frustasi dengan sifat atau perilaku seorang wanita di sekitarmu, dan ingin mereka berubah sesuai harapanmu? Namun, Islam tidak mengajarkan pemaksaan. Sebaliknya, Rasulullah ﷺ mengajarkan hal yang berbeda, berupa kelembutan, penerimaan, dan pemahaman.

Tidak Membenci Wanita Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Laki-laki yang beriman tidak boleh membenci wanita yang beriman. Jika ia tidak menyukai salah satu sifatnya, niscaya ia akan ridha dengan sifat yang lain.”

Bersikap Lembut dan Hati-hati Diriwayatkan dari Anas: Rasulullah (ﷺ) sedang dalam perjalanan dan seorang hamba bernama Anjasha sedang menyanyi agar unta berjalan lebih cepat. Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Hai Anjasha, kendalikan unta itu dengan pelan, karena ada 'gelas-gelas kaca'!" Abu Qilaba menjelaskan, maksud "gelas-gelas kaca" itu adalah para wanita yang sedang menunggang unta.

Memahami Fitrah Wanita tanpa Paksaan Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Bersikaplah baik kepada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian tulang rusuk yang paling melengkung adalah bagian atasnya (yaitu bagian yang melindungi jantung dan paru-paru).Jika kamu mencoba meluruskannya (memaksanya berubah dengan keras), tulang rusuk itu akan patah. Jika kamu membiarkannya begitu saja, tulang rusuk itu tetap bengkok (tetap pada fitrah dan keunikannya). Maka, perlakukanlah wanita dengan baik.”

Kita sangat dianjurkan untuk menerima keunikan kepribadian wanita. Namun, ini bukan berarti membiarkan kemaksiatan atau pelanggaran agama. Ketika seorang wanita melakukan hal yang bertentangan dengan syariat, maka mengingatkan dan membimbingnya adalah kewajiban.Hal yang dilarang adalah memaksa perubahan dengan keras dalam hal-hal yang bukan dosa, seperti sifat yang lebih emosional, lebih cerewet, atau karakter alami wanita lainnya.Ajakan kepada kebaikan tetap harus dilakukan, tapi dengan cara yang bijaksana dan lembut, tanpa kekerasan atau pemaksaan yang justru akan membuat mereka menjauh dari agama.

Perempuan pada umumnya lebih emosional bukan karena "lemah," tapi karena mereka lebih peka terhadap perasaan. Ini justru bisa menjadi kekuatan, mereka lebih berempati, lebih peduli, dan lebih mampu memahami orang lain.Jangan menekan atau meremehkan emosi mereka dengan berkata "Ah, kamu terlalu sensitif," atau "Jangan lebay."Sebaliknya, terima dan pahami perasaan mereka, "Aku tahu kamu lagi nggak baik-baik aja, mau cerita ke aku?"

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsSosial

Read the English version: Treating Women with Kindness

← Browse all articles