Jaga Persaudaraan, Tinggalkan Prasangka

Jaga Hatimu dari Prasangka Buruk

Words of the Prophetﷺ

Tinggalkanlah buruk sangka, karena buruk sangka adalah sedusta-dusta percakapan. Janganlah memata-matai dan mencari-cari kesalahan. Jangan saling hasad, saling membelakangi dan saling benci. Tetapi, jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.

Book78Ch.7No.6066
Al-Bukhari, M. (2020) Sahih Al-Bukhari. Compiled by M. Mohee Uddin.

Prasangka buruk adalah penyakit hati yang dapat merusak persaudaraan. Kita mengaku sebagai saudara, namun sikap dan ucapan kita justru saling menjatuhkan. Terlalu sibuk menilai dan mengurusi kesalahan orang lain, kita sering lupa untuk memperbaiki diri sendiri.

Melihat teman posting foto liburan → langsung mikir "pamer kekayaan"Dibaca tapi tidak dibalas → langsung asumsi "aku nggak penting buat dia"Melihat story orang tertentu → "ini sindiran buat aku ya?" Orang posting ajakan bersedekah → "Mau riya nih?"

Dalam QS. Al-Hujurat: 12, Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Kita nggak boleh asal ikut-ikutan, berprasangka, nyebarin info, atau ambil sikap kalau belum tau pasti kebenarannya. Itulah sebabnya, kita harus hati-hati banget ya kalau mau ngomong atau bertindak. Allah peringatkan kalau nanti di akhirat, semua yang kita dengar, lihat, dan rasakan di hati bakal dimintai pertanggungjawabannya.

Prasangka buruk dimulai dari pikiran kecil, terus membesar dan akhirnya merusak. Awalnya cuma mikir "kayaknya dia nggak suka sama aku," → terus jadi "pasti dia ngomongin aku di belakang," → akhirnya jadi "aku harus jaga jarak sama dia." Padahal dari awal semuanya cuma asumsi kita sendiri, orangnya bahkan nggak tau apa-apa. Ujung-ujungnya persahabatan rusak gara-gara pikiran negatif yang kita bikin sendiri.

Kadang prasangka buruk kita itu sebenernya cerminan dari insecurity kita sendiri.Kita lihat orang sukses, langsung mikir "pasti dia nyogok" atau "pasti keluarganya kaya", karena kita sendiri ngerasa nggak mampu :) Atau ketika kita lihat orang posting ibadah, bilang "pamer", karena kita sendiri nggak konsisten beribadah dan ngerasa "bersalah". Jadi, sebelum menghakimi orang lain, tanya dulu ke diri sendiri: "Jangan-jangan ini cuma pelarian dari masalah gue sendiri?"

Dari Abu Hurairah: Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Waspadalah terhadap sifat iri, karena iri hati dapat menghapus amal-amal kebaikan, sebagaimana api melahap kayu bakar.”

Kalau ada dua kemungkinan interpretasi, pilih yang baik. Temen nggak bales chat? Mungkin dia lagi sibuk, bukan mengabaikan kita. Orang posting liburan? Mungkin dia cuma mau berbagi kebahagiaan, bukan pamer.Ini bukan berarti naif atau buta, tapi memilih untuk berpikir positif sampai terbukti sebaliknya, sehingga membuat hidup kita jauh lebih damai.

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsSosialAkhlak

Read the English version: Protect Yourself from Suspicion

← Browse all articles