Saling Melaknat itu Dilarang

Melaknat itu Seperti Bumerang Tanpa Kendali

Words of the Prophetﷺ

Janganlah kalian saling mengutuk dengan laknat Allah, jangan pula ‎dengan kemurkaan-Nya, dan jangan pula (saling melaknat) ‎dengan neraka!

Volume3Ch.48No.1976
At-Tirmidzi. (2008). Sunan Al-Tirmithi. Translated by Haytham Kreidly.

Pernahkah kamu marah besar sampai ngucapin kata-kata kayak "Mampus lu!", "Semoga masuk neraka!", atau "Semoga kena azab!"? Di saat emosi memuncak, kata-kata kutukan sering lepas begitu saja dari mulut kita. Rasanya lega, seolah-olah kita "menang" atau bisa membalas dendam secara verbal.

Kemana Perginya Laknat yang Kamu Ucapkan? Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika seorang hamba melaknat sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit, lalu ‎tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu akan turun lagi ke bumi, namun pintu-‎pintu bumi telah tertutup." "Laknat itu kemudian bergerak ke kanan dan ke kiri, jika tidak ‎mendapatkan tempat sasaran, dia akan menghampiri orang yang dilaknat, jika ia layak ‎dilaknat. Namun jika tidak, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang melaknat."

Laknat itu Punya "Energi Negatif" yang Harus Tersalurkan Bayangkan seperti bola api yang kamu lempar, dia nggak bisa hilang begitu aja, harus mengenai sesuatu atau seseorang. Nah, jangan sampai kamu melaknat orang yang nggak layak dilaknat. Allah itu Maha Adil, Dia nggak akan membiarkan orang yang nggak bersalah (atau salahnya kecil) kena laknat yang berat.

Sebagai contoh (1): Kamu lagi nyetir, tiba-tiba ada motor nyalip dengan bahaya. Kamu marah, teriak: "Mati lu anjing! Semoga kecelakaan!" Padahal kenyataannya, pengendara motor itu lagi buru-buru bawa anaknya yang sakit ke rumah sakit, dia nggak bermaksud jahat, cuma terburu-buru karena kepepet. Dia nggak layak dilaknat. Dan ketika laknat jatuh ke orang yang nggak bersalah, laknat itu balik ke kamu, malah kamu yang (takutnya) nanti kecelakaan.

Sebagai contoh (2): Ada video viral: cewek nolak kasih sedekah ke pengemis. Kamu langsung comment: "Semoga kamu jadi miskin dan jadi pengemis juga!" Padahal kenyataannya? Cewek itu rutin kasih sedekah, cuma hari itu kebetulan nggak bawa cash. Dia nggak layak dilaknat jadi miskin. Dan laknat yang salah sasaran? Balik ke kamu, dan (mungkin) rezekimu yang akhirnya jadi susah.

Laknat di Internet Bisa Menjadi Dosa Abadi Laknat yang kamu tulis di internet akan tercatat selamanya, bisa di-screenshot kapan aja, tersebar luas tanpa kontrol, dan dibaca ribuan atau bahkan jutaan orang. Yang lebih parah? Dosanya bisa berlipat ganda karena orang lain ikut baca, terpengaruh, bahkan ikut-ikutan melaknat. Jadi sebelum kamu ngetik kata-kata kasar atau doa buruk ke orang lain, ingatlah bahwa jejak digitalmu nggak pernah hilang.

Selain itu, melaknat orang lain nggak akan menyelesaikan masalah. Malah bikin kamu makin toxic, merusak mental kamu sendiri, menarik energi negatif ke hidupmu. Solusi yang lebih baik: Berdoa kepada Allah untuk memperbaiki situasi buruk yang sedang kau hadapi. Terus ambil tindakan konkret untuk cari solusi, dan yang terakhir, terima aja kalau ada hal yang emang di luar kontrolmu. Laknat nggak akan ngubah apa-apa, tapi doa, usaha, dan ikhlas? Itu yang bikin hidupmu lebih tenang.

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsSosial

Read the English version: Cursing Is Like an Uncontrolled Boomerang

← Browse all articles