Bersyukur di Nikmat, Sabar di Ujian

Menjaga Rasa Syukur

Words of the Prophetﷺ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.

Book42Ch.14No.7138
Muslim. (2018) Sahih Muslim. Translated by A. Hameed Siddiqui.

Apa yang Anda rasakan ketika bangun pagi ini? Apakah langsung memikirkan masalah yang menanti, atau sempat bersyukur karena diberi kesempatan untuk melihat hari baru? Kebanyakan dari kita mudah lupa bahwa setiap napas, setiap detak jantung, adalah nikmat yang tak ternilai. Menjaga rasa syukur di tengah kesibukan dan tantangan hidup memang tidak mudah, tapi inilah yang membedakan hati yang tenang dari hati yang gelisah.

Melihat Keadaan Dari Berbagai Sisi Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melihat seseorang yang lebih tinggi darinya dalam harta dan penampilan, maka hendaklah ia juga melihat orang yang berada di bawahnya.”

Scroll media sosial lima menit aja, langsung kita dibombardir dengan kehidupan orang lain yang kelihatan sempurna—liburan ke luar negeri, mobil baru, rumah mewah, tubuh ideal, atau karir yang cemerlang. Tanpa sadar, kita mulai bandingkan hidup kita sama mereka dan ngerasa hidup kita kok biasa-biasa aja, nggak seberuntung mereka. Tapi apakah ini cara yang adil untuk melihat hidup kita sendiri? Kita cuma lihat ke atas, mengarah ke orang yang lebih kaya, lebih sukses, lebih "sempurna." Padahal, kalau mau adil, kita juga harus lihat ke bawah, mereka yang nggak punya rumah, yang berjuang buat makan sehari-hari, yang sakit tapi nggak ada biaya berobat. Melihat dari kedua sisi ini yang bikin kita lebih realistis dan lebih bersyukur.

Merasa Cukup Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Kekayaan bukan berarti memiliki banyak harta, tetapi kekayaan adalah rasa cukup terhadap diri sendiri.”

Tidak Memandang Rendah Nikmat Allah “Barangsiapa di antara kamu yang bangun pagi hari dalam keadaan aman di rumahnya, sehat jasmaninya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah telah dikumpulkan untuknya segala isi dunia.”

Bangun pagi dengan selamat, tidur di tempat yang aman, badan masih bisa bergerak tanpa rasa sakit, ada makanan untuk hari ini kelihatannya biasa banget. Tapi coba kita renungkan sejenak, berapa harga ketenangan tidur tanpa rasa takut? Berapa harga tubuh yang sehat sehingga kita bisa beraktivitas dengan normal? Berapa harga rasa kenyang yang sederhana? Ini semua bukan hal kecil. Ini adalah pondasi dari kehidupan yang layak.

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsKeimanan

Read the English version: How to Stay Grateful

← Browse all articles