Banyak orang mengejar harta sampai lupa menjaga tubuhnya. Tapi tanpa sehat, semua kekayaan terasa sia-sia.

Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.
Banyak orang mengejar harta sampai lupa menjaga tubuhnya. Tapi tanpa sehat, semua kekayaan terasa sia-sia.
Kesehatan itu nggak cuma soal diri sendiri. Orang yang sehat punya lebih banyak energi buat kerja, buat keluarga, dan bisa berkontribusi lebih baik buat orang lain. Karena ketika kita sehat, kita bisa lebih hadir dan lebih bermanfaat. Jadi menjaga kesehatan bukan cuma soal kebaikan buat diri sendiri, tapi juga buat orang-orang di sekitar kita.

Sebagai contoh: Seorang ayah yang sakit tidak bisa menemani anaknya bermain di taman. Bukan hanya sang ayah yang merasakan sakitnya, tapi anaknya juga kehilangan momen berharga bersama ayahnya.Bahkan dalam kasus yang lebih berat, seorang ayah tidak bisa bekerja mencari nafkah untuk keluarganya karena kondisi kesehatannya. Akibatnya, seluruh keluarga merasakan dampaknya, baik secara ekonomi maupun emosional.
Kesehatan buruk → Kemampuan kerja menurun → Peluang ekonomi hilang → Masa depan terganggu.
Kebiasaan hidup yang nggak sehat itu sering berujung pada kerugian finansial di masa depan. Biaya perawatan dan pengobatan itu nggak murah, dan bisa jadi pengeluaran terbesar yang paling nggak kita mau.Bayangin aja, uang yang harusnya buat liburan, beli rumah, atau investasi, malah habis buat bayar rumah sakit, hanya karena kita nggak jaga kesehatan dari awal.

Orang sering ngerasa sayang keluar uang buat gym, makan sehat, atau medical check-up rutin. Tapi coba bandingkan biayanya sama sekali operasi, rawat inap, atau obat-obatan jangka panjang. Mencegah itu jauh lebih murah daripada mengobati. Jadi sebenernya, investasi di kesehatan itu bukan pengeluaran, tapi tabungan jangka panjang.