Kejujuran Menuntun ke Kebaikan, Sementara Dusta ke Kekejian

Kejujuran sebagai Jalan Hidup

Words of the Prophetﷺ

Kebenaran akan menuntun ke surga, dan kebajikan akan menuntun ke surga. Demikian pula orang yang berkata jujur hingga tercatat sebagai orang yang jujur. Dan dusta akan menuntun ke kekejian, dan kekejian akan menuntun ke neraka. Demikian pula orang yang berkata dusta hingga tercatat sebagai pendusta.

Volume3Ch.36No.1956
At-Tirmidzi. (2008). Sunan Al-Tirmithi. Translated by Haytham Kreidly.

Pernah tergoda untuk berbohong demi menghindari masalah? Atau mungkin pernah merasa, "Ah, bohong kecil nggak papa, kan?" Padahal, sekecil apapun kebohongan, dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Tidak hanya untuk hubungan dengan orang lain, tapi juga untuk diri kita sendiri dan akhirat nanti.

Kejujuran Membangun Kepercayaan Kejujuran adalah hal pertama yang bikin orang mau percaya sama kamu. Kalau kita tulus, terbuka, dan berkata apa adanya, orang lain jadi percaya sama kita. Nah, kepercayaan inilah yang bikin hubungan jadi sehat dan kuat, karena ada rasa saling percaya satu sama lain. Sekali kita ketahuan bohong, kepercayaan orang susah banget dibangun lagi. Bahkan kalau kita udah jujur setelahnya, orang tetap bakal ada rasa ragu. "Jangan-jangan dia bohong lagi." Reputasi sebagai orang jujur itu dibangun bertahun-tahun, tapi bisa hancur dalam sekali kebohongan. Makanya kejujuran itu investasi jangka panjang yang nggak ternilai harganya.

Kejujuran ternyata juga nyambung sama hal-hal lain yang nggak kita sangka: Beberapa di antaranya seperti kemampuan mengendalikan diri, kesehatan mental, dan rasa puas dalam hidup. Orang yang jujur, ke diri sendiri maupun orang lain, biasanya lebih gampang diterima dan mudah membangun hubungan yang baik sama orang lain. Yang menarik, hubungan ini ternyata jalan dua arah. Orang yang bisa ngendaliin diri dengan baik cenderung lebih jujur, dan orang yang jujur cenderung lebih bisa ngendaliin dirinya. Begitu juga sama kepuasan hidup, orang yang ngerasa hidupnya berarti dan hubungannya baik-baik aja, biasanya juga lebih jujur dalam kesehariannya.

Kenapa kita takut jujur? Salah satu alasan terbesarnya adalah takut dihakimi. Takut ngakuin ke temen kalau lagi susah secara finansial, atau takut bilang ke atasan kalau kerjaan udah kelewat banyak buat ditanggung sendirian. Ada rasa tidak nyaman yang bikin kita milih diam. Dan ketika kejujuran itu terus ditahan, yang ada kita malah bohong sama diri sendiri. Tapi kalau kita milih untuk nggak jujur, ketidaknyamanannya justru lebih besar dan lebih lama, kita jadi harus pura-pura oke terus dan hidup dalam ketakutan kalau suatu saat semuanya terbongkar. Padahal kejujuran yang disampaikan dengan cara yang baik justru yang bikin hubungan makin kuat dan kepercayaan yang terbangun makin kokoh.

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsSosialAkhlakMoral & Etika

Read the English version: Honesty as a Way of Life

← Browse all articles