Meminta Petunjuk Dari Allah

Menemukan Tujuan dan Arah Hidup

Words of the Prophetﷺ

Katakanlah, "Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku jalan yang benar dan buatlah aku tetap berada di jalan yang lurus." Maka apabila kamu menyebut petunjuk yang benar, maka ingatlah kepada jalan yang benar itu. Dan apabila kamu memikirkan (jalan) yang lurus, maka ingatlah kepada lurusnya anak panah.

Book35Ch.17No.6573
Muslim. (2018) Sahih Muslim. Translated by A. Hameed Siddiqui.

Bagaimana kita tahu bahwa pilihan yang kita ambil sudah benar? Bagaimana kita bisa yakin bahwa kita sudah berada di jalan yang lurus? Ternyata, hidup selaras dengan nilai-nilai yang kita yakini bukan hanya membuat kita lebih tenang, tapi juga membantu kita menemukan arah hidup yang bermakna.

Memahami Diri, Menguatkan Hidup Kalau kamu udah paham apa yang paling penting buat hidupmu, seperti nilai yang kamu pegang, mimpi yang kamu kejar, tujuan yang kamu mau capai, membuat keputusan dalam hidup akan jadi lebih gampang. Kita nggak bingung lagi mau milih hubungan mana yang layak dipertahankan, kesempatan mana yang perlu diambil, atau arah hidup mana yang ingin dijalani. Bahkan saat menghadapi masa sulit, kita jadi punya pegangan yang bikin kita tetap kuat. Ketika kita kenal sama diri sendiri dan paham apa yang berarti buat kita, semakin mudah bagi kita untuk menjadi diri sendiri sepenuhnya, tanpa berpura-pura, tanpa mudah terombang-ambing, dan tanpa terlalu dipengaruhi ekspektasi atau tekanan orang lain.

Orang yang punya pegangan jelas tentang apa yang benar dan salah, baik dan buruk, lalu hidup sesuai pedoman itu, cenderung lebih jarang kena depresi. Kenapa bisa begitu? Karena hidup mereka sejalan dengan nilai-nilai yang mereka percaya, nggak ada konflik batin antara apa yang mereka yakini sama apa yang mereka lakuin.

Merasa Benar Belum Tentu Sepenuhnya Benar Namun, kita tetap harus hati-hati, karena terkadang kita emang punya pegangan tentang apa yang benar dan salah, tapi pegangan itu bisa salah atau menyesatkan. Akibatnya, kita merasa udah bertindak benar padahal sebenernya nggak. Lebih dari itu, kita tetap nganggap diri kita orang baik, jadi nggak ada yang bikin kita curiga sama diri sendiri, nggak ada rasa bersalah yang muncul. Akhirnya citra diri kita tetap bagus di mata sendiri, padahal perilaku kita sebenernya nggak sejalan sama kebenaran yang seharusnya.

Islam ngajarin kita untuk rutin muhasabah, yaitu evaluasi diri. Tanya ke diri sendiri: "Apakah hari ini aku lebih baik dari kemarin? Apakah perbuatanku hari ini diridhai Allah? Apakah hubunganku dengan orang lain sudah baik?" Ini penting banget karena tanpa muhasabah, kita bisa terjebak di zona nyaman moral kita, merasa udah baik padahal masih jauh dari standar yang Allah tetapkan. Nah, standar yang benar itu udah Allah kasih dalam Al-Quran dan Sunnah. Jadi muhasabah itu bukan cuma "feeling check," tapi kita cek perbuatan kita dengan standar yang jelas dari sumber hukum Islam.

Dalam QS. Al-A'raf: 52, Allah berfirman: "Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) yang telah Kami jelaskan secara terperinci atas dasar pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Next Article

Read More →
More Topics
TopicsKeimananPengembangan Diri

Read the English version: Finding Your Purpose And Direction

← Browse all articles